Kondisi Wilayah

Batas Administrasi 

Batas Wilayah
Sebelah Utara   : Kelurahan Bunulrejo
Sebelah Selatan: Kelurahan Jodipan
Sebelah Barat    : Kelurahan Klojen dan Kidul Dalem
Sebelah Timur  : Kelurahan Polehan
Jarak dari Pusat Pemerintahan Kelurahan dengan
Pusat Pemerintahan Kecamatan                   : 4 Km
Pusat Pemerintahan Kota Administratif    : 1 Km
Pusat Ibukota Propinsi                                      : 90 Km
Pusat Ibukota Negara                                         : 996 Km

Kondisi Fisik Dasar

Topografi dan Ketinggian
Kelurahan Kesatrian memiliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan mempunyai ketinggian yang bervariasi. Topografi di Kelurahan Kesatrian secara garis besar merupakan dataran tinggi.
Jenis dan Kemampuan Tanah

Tipe tanah yang ada di wilayah perencanaan hampir sama dengan tipe tanah di Kecamatan Blimbing, yaitu berupa tanah alluvial kelabu kehitaman.

Hidrologi

Daerah Kesatrian dilalui empat sungai besar. Dua sungai yang terbesar yaitu Sungai Brantas dan Sungai Brawijaya, menjadikan daerah ini menjadi salah satu daerah yang cukup subur di Kota Malang.

Sumber-sumber air yang berada di Kelurahan Kesatrian berasal dari: (a) PDAM, dan (b) Air Sumur yang diusahakan oleh masyarakat sendiri

Iklim

Iklim di Kelurahan Kesatrian berkisar antara 24,30 – 32,20 C dengan curah hujan rata – rata 1183 mm / tahun.

Kependudukan

Penduduk Kelurahan Kesatrian lebih banyak penduduk laki-laki daripada penduduk perempuan. Hal ini mengasumsikan bahwa penduduk di Kelurahan Kesatrian tidak mengalami kekurangan tenaga kerja laki-laki sebagai subyek pembangunan wilayah tersebut. Apabila dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur, Kelurahan Kesatrian termasuk dalam wilayah berpenduduk muda. Hal itu karena lebih dari 30% penduduk Kelurahan Kesatrian berumur antara 20-39 tahun.

Kehidupan sosial dan budaya Kelurahan Kesatrian banyak dipengaruhi oleh kehidupan religi terutama agama islam. Hal itu dipengaruhi oleh komposisi penduduk menurut agama dimana 90% jumlah penduduk beragama islam, dimana implikasi dari komposisi tersebut yaitu seringnya diadakan kegiatan kemasyarakatan rutin seperti pengajian atau tahlilan.

Dalam aspek ekonomi, mata pencaharian penduduk Kelurahan Kesatrian paling besar yaitu profesi sebagai ABRI sebesar 40 % dari jumlah penduduk total Kelurahan Kesatrian. Hal tersebut dikarenakan fungsi kawasan Kelurahan Kesatrian yang sebagian besar merupakan kawasan militer. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat pendapatan/penghasilan penduduk masih rendah dan itu didukung oleh tingkat pendidikan penduduk yang terdiri dari 31 % berupa lulusan SMA/SLTA dan 29 % lulusan SMP/SLTP. Dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah dapat berpengaruh terhadap prilaku penduduk yaitu diantaranya dengan bertempat tinggal di kawasan sempadan sungai yang merupakan kawasan konservasi. Hal itu merupakan preferensi bermukim dimana penduduk lebih memilih bertempat tinggal di dekat pusat kota untuk mendekati lokasi pekerjaan walaupun di kawasan larangan dan kumuh.

Jumlah migrasi masuk di Kelurahan Kesatrian lebih kecil daripada jumlah migrasi keluar. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh fungsi kawasan militer dan matapencaharian penduduk yang berupa ABRI, sehingga setiap tingkat migrasi keluar penduduknya akan lebih besar dari migrasi masuknya karena adanya kewajiban bertugas ke daerah luar yang tidak dapat diprediksi. Namun, untuk migrasi masuk sendiri memiliki daya tarik berupa lokasi dan akses yang dekat dengan pusat kota, serta kedekatan dengan tempat kerja mereka. Penduduk Kelurahan Kesatrian memiliki karakteristik yang berbeda dengan penduduk di kelurahan lainnya, karena mengingat fungsi kawasan Kelurahan Kesatrian yang sebagian besar merupakan kawasan militer. Untuk memudahkan menganalisis kependudukan di Kelurahan Kesatrian, maka akan dibedakan antara penduduk di kawasan militer yaitu RW 01, RW 03, RW 04, RW 05, RW 06, RW 07, RW 08, RW 09, RW 10, dan RW 11 serta di kawasan non-militer yaitu RW 02 dan RW 12.

sumber : database kel.kesatrian

Translate »